Refleksi Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2024 : Oleh Winston N. Rondo
Jumlah penduduk NTT per tahun 2024 yaitu 5.656.039 orang dan lebih dari 60% diantaranya adalah usia muda (yang didominasi oleh Generasi X, Y/Milenial dan Z/ZIlenial). Mereka ini sedang menghadapi peluang dan tantangan ledakan penduduk usia muda produktif pada 2029 mendatang, yang disebut dengan bonus demografi.
Di tengah tiga mega disrupsi yaitu Revolusi 4.0, Pandemi Covid dan Perubahan Iklim serta geopolitik global, pemuda di NTT menghadapi perubahan dan tantangan serta peluang khas, yang dipengaruhi oleh karakteristik geografis, ekonomi, dan budaya.
Kondisi Ril
Pertama, Pemuda NTT dihadapkan pada tiga kondisi yaitu
- Mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, internet, dan layanan kesehatan. Daerah pedalaman yang terpencil membuat banyak layanan dasar menjadi sulit dijangkau. Berikut,
- dikelilingi Sumber Daya Alam yang kaya. NTT memiliki kekayaan sumber daya alam, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata alam. Namun, belum semua potensi ini dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan karier dan pemberdayaan ekonomi pemuda.
- bahwa NTT kaya akan tradisi budaya yang masih kuat, seperti tenun ikat dan seni budaya daerah. Potensi ini jadi kebanggaan Pemuda NTT dan kecintaan yang tinggi terhadap warisan budaya, yang dapat menjadi kekuatan untuk membangun identitas lokal yang unik.
Kedua, walau berhadapan dengan tiga keterbatasan akses tersebut dan dikelilingi sumber daya alam serta tradisi dan budaya yang ada, pemuda NTT masih berhadapan dengan tantangan lain yaitu keterbatasan lapangan kerja dan pengangguran.
Keterbatasan lapangan kerja di sektor formal membuat banyak pemuda beralih ke pekerjaan informal. Kondisi ini dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi yang besar, oleh karena ketergantungan pada sektor pertanian tradisional.
Berikut, meski perkembangan teknologi terus meningkat, pemuda di NTT masih menghadapi tantangan akses internet dan perangkat teknologi yang memadai. Hal ini membatasi peluang mereka untuk belajar dan bekerja di bidang digital.
Selain itu, karena minimnya peluang kerja di tingkat lokal, banyak pemuda akhirnya memilih merantau ke kota-kota besar atau ke luar negeri. Hal ini dapat menyebabkan banyak orang muda NTT dengan skill kerja yang baik meninggalkan tanah air untuk mencari kerja ke luar daerah atau ke luar negeri (brain drain). Hal ini berpotensi menurunkan pembangunan sumber daya manusia di NTT sendiri.
Tantangan lain yaitu perubahan iklim dan krisis lingkungan. NTT sering mengalami masalah lingkungan seperti kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian dan perikanan, yang banyak diandalkan oleh pemuda.
Peluang
Di tengah berbagai tantangan tersebut, tersedia peluang bagi Pemuda NTT, diantaranya yaitu
- Industri Kreatif dan Pariwisata. Dengan potensi alam dan budaya yang besar, pemuda NTT dapat mengembangkan industri pariwisata berbasis komunitas, seperti ecotourism dan agrotourism, yang tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga memperkuat ekonomi lokal.
- Pengembangan UMKM dan Kewirausahaan. Banyak pemuda NTT yang mulai berwirausaha, terutama dalam bidang kerajinan tangan, kuliner lokal, dan produk berbasis budaya seperti tenun. Dukungan lebih besar untuk pelatihan dan akses ke pasar digital bisa meningkatkan potensi mereka.
- Teknologi Pertanian dan Perikanan. Dengan pelatihan dalam teknologi pertanian dan perikanan modern, pemuda NTT dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
- Gerakan Sosial dan Komunitas. Pemuda NTT juga mulai membentuk komunitas yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Gerakan seperti ini berperan penting dalam mendorong perubahan positif secara kolektif.
Dengan meningkatkan keterampilan, akses, dan kerja sama, pemuda NTT akan memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan sangat penting untuk memaksimalkan potensi ini.
Maju Bersama Indonesia Raya
Tema Hari Sumpah Pemuda 2024 adalah “Maju Bersama Indonesia Raya.” Tema ini menggambarkan semangat kolaborasi dan keberagaman pemuda Indonesia dalam mencapai kemajuan bersama. Tema ini menggarisbawahi dinamika pemuda dalam menggerakkan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Tema ini juga dapat menjadi motivasi bagi pemuda NTT dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di abad 21.
Dengan keterbatasan akses, pengangguran dan migrasi, tema ini mendorong pemuda NTT untuk bersatu mengembangkan potensi lokal. Peluang di sektor industri kreatif, pariwisata, dan kewirausahaan berbasis budaya dapat didorong dengan semangat kolaborasi, adaptasi teknologi, dan inovasi dalam lingkungan digital. Pemuda NTT dapat bersama mengambil peran penting dalam kemajuan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Tema “Maju Bersama Indonesia Raya” juga sangat relevan dengan situasi dan kondisi pemuda di NTT dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang ada. Pemuda NTT dapat bersatu mengatasi keterbatasan akses terhadap pendidikan, teknologi, dan layanan dasar dengan cara-cara kreatif dan berkolaborasi untuk membangun daerah dalam sebuah gerakan besar yaitu “Anak Muda Bangun NTT”
- Pertama, Mengatasi Keterbatasan Akses melalui Kolaborasi dan Dukungan Sosial. Tema “Maju Bersama” mengajak pemuda NTT untuk saling mendukung dalam menghadapi keterbatasan akses pendidikan, teknologi, dan kesehatan.
Program pembelajaran berbasis komunitas, pelatihan digital bersama, atau kerja sama dengan komunitas lokal dapat menjadi solusi. Dengan inisiatif seperti ini, pemuda dapat memanfaatkan pengetahuan kolektif dan memperluas akses di pedalaman yang terpencil, secara perlahan mengatasi kesenjangan sumber daya.
- Kedua, Mengembangkan Potensi Sumber Daya Alam dan Budaya dengan Spirit Nasionalisme. Sumber daya alam dan budaya yang kaya di NTT merupakan peluang besar untuk berkembang seiring tema nasional. Pariwisata berbasis alam, seperti ecotourism dan agrotourism, serta seni tradisional seperti tenun ikat, bisa diperkenalkan lebih luas dengan platform digital.
Ini memerlukan pemuda yang bangga dan terampil untuk mengelola dan mempromosikan budaya dan kekayaan alam lokal, sambil tetap menjaga kelestariannya. “Maju Bersama Indonesia Raya” mengingatkan mereka akan potensi berkontribusi di kancah nasional dengan kekayaan lokal.
- Ketiga, Menyediakan Solusi untuk Tantangan Pengangguran Melalui Kewirausahaan dan Digitalisasi. Keterbatasan lapangan kerja formal menjadi tantangan besar bagi pemuda NTT, namun tema “Maju Bersama” bisa menginspirasi mereka untuk membangun lapangan kerja baru melalui kewirausahaan di bidang kreatif, pariwisata, dan produk budaya.
Pengembangan UKM berbasis kerajinan, kuliner lokal, serta akses ke pasar digital dapat membuka peluang bisnis baru. Pelatihan digital dan pendampingan bisnis di tingkat lokal akan memungkinkan mereka untuk menjangkau pasar lebih luas, membuka pintu bagi pembangunan ekonomi lokal.
- Keempat, Menahan Arus Migrasi dengan Menciptakan Kesempatan di Daerah. Salah satu tantangan terbesar pemuda NTT adalah migrasi karena minimnya peluang lokal. Namun, dengan mendorong sektor-sektor seperti pariwisata, agribisnis, dan teknologi yang berbasis komunitas, pemuda bisa menemukan alasan untuk tetap membangun daerah sendiri.
“Maju Bersama Indonesia Raya” memberikan harapan dan inspirasi bahwa pemuda bisa memiliki kesempatan yang sepadan dengan kota besar di daerah mereka.
- Kelima, Memanfaatkan Gerakan Sosial dan Kepemimpinan Pemuda untuk Kemajuan Bersama. Gerakan sosial pemuda yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan dasar perubahan. Dengan semangat tema ini, pemuda NTT dapat saling menguatkan dalam komunitas, menggerakkan perubahan dari tingkat lokal, dan berperan sebagai agen penggerak di daerah.
Program kepemimpinan muda yang menjunjung solidaritas lokal bisa mendorong NTT untuk lebih maju dengan memberdayakan masyarakat dan menggalang aksi nyata yang relevan dengan tantangan daerah.
Dengan kolaborasi, inovasi, dan kerja sama lintas komunitas, pemuda NTT dapat ikut serta dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan nasional dengan mengangkat kekayaan dan keunikan daerah melalui pengembangan ekonomi & pemebrdayaan komunitas untuk membangun NTT yang maju, cerdas, sehat,s ejahtera dan berkelanjutan.
“Maju Bersama Indonesia Raya” adalah undangan bagi pemuda NTT untuk menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar, membawa kebanggaan budaya lokal menuju kancah nasional.
