Fenomena Jokowi di NTT: Antara Cinta Rakyat dan Kritik Oposisi

Winston Rondo, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, membahas capaian pemerintahan Presiden Joko Widodo selama 10 tahun, terutama mengenai kebijakan desentralisasi dan alokasi anggaran yang berfokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Fenomena Popularitas Jokowi

Winston Rondo mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi tetap tinggi, yaitu mencapai 82% pada Agustus 2024 dan sedikit turun menjadi 75% pada Oktober 2024. Ia menilai Jokowi sebagai presiden fenomenal karena berhasil menjaga stabilitas ekonomi, terutama dalam menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau.

Meski terdapat kritik tajam terkait isu korupsi dan hukum, Winston mencatat bahwa keberhasilan Jokowi, terutama dalam sektor ekonomi, menjadi alasan utama popularitasnya yang tinggi. Jokowi dikenal dengan pendekatannya yang pro-rakyat, terutama dalam memberikan bantuan langsung seperti Dana Desa, Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Infrastruktur dan Cinta Jokowi untuk NTT

Winston menekankan bahwa Jokowi memiliki perhatian besar terhadap NTT, terbukti dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran seperti jalan, bendungan, dan fasilitas publik lainnya yang belum pernah terjadi sebelumnya di NTT. Salah satu contoh yang disoroti adalah pembangunan pasar di Alor yang menjadi viral sebagai simbol perhatian Jokowi terhadap wilayah ini.

Kritik Terhadap Isu Pemerintahan

Sebagai politisi dari Partai Demokrat, Winston mengakui bahwa partainya sering mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi selama 9 tahun berada di oposisi. Beberapa kritik utama termasuk pelemahan pemberantasan korupsi, peraturan omnibus law yang dinilai menguntungkan oligarki, dan revisi undang-undang KPK. Meskipun demikian, Winston juga mengapresiasi prestasi pemerintahan Jokowi di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Tantangan Pascakepemimpinan Jokowi

Winston menekankan bahwa meskipun Jokowi telah memberikan banyak pembangunan infrastruktur, tantangan berikutnya adalah bagaimana pemerintah daerah NTT dapat memanfaatkan hasil pembangunan tersebut. Ia memberi contoh pembangunan bendungan di NTT yang masih belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian. Ini menjadi tugas pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pembangunan Jokowi tidak hanya berakhir di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Winston menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan pembangunan yang telah dilakukan oleh Jokowi, terutama di wilayah-wilayah seperti NTT. Kritik terhadap kelemahan pemerintahan Jokowi, terutama terkait isu hukum dan demokrasi, tetap ada, tetapi diimbangi dengan penghargaan terhadap berbagai program pro-rakyat yang telah dijalankan.